Pejuang dalam Keluarga.
Bagi Ayah yang bekerja diluar rumah dan Ibu mendedikasikan diri di ranah domestik, tentu porsi waktu bersama anak antara ibu dan ayah memang berbeda. Ibu memiliki waktu yang lebih banyak bersama sang buah hati.
Tak bisa dipungkiri pula, memang sudah fitrahnya seorang Ibu memiliki porsi waktu bersama dengan Si Kecil lebih banyak. Hal ini sudah dimulai sejak janin masih dalam kandungan.
Tidak ada ayah yang ingin jauh dari anaknya. Namun, terkadang peran Ayah sebagai pencari nafkah utama keluarga, membuat waktu bersama Si Kecil menjadi terbatas.
Keterlibatan Ayah dalam pengasuhan tak kalah penting dari Ibu. Terlebih ada beberapa tugas pengasuhan yang memang wajib diberikan langsung oleh Ayah.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Father Involvement Research Alliace, sosok ayah pun dinilai sangat efektif untuk membantu kesiapan mental Si Kecil saat dia berhadapan dengan ujian sekolah. Buktinya, sudah banyak lho yang membuktikan jika anak yang lebih dekat dengan ayah, cenderung lebih kuat secara mental dan jauh lebih percaya diri.
Sementara itu Dr. David Popenoe, sosiolog dan Co-Director di The National Marriage Project Rutgers, The University of New Jersey, menyebut jika bimbingan langsung dari ayah selama proses belajar, bisa memberi dampak positif pada perkembangan fisik, emosi, kognitif, dan sikap Si Kecil.
Semua ayah tentu ingin dekat dengan anak, tetapi kadang kurang tahu bagaimana caranya. Alasan umum yang sering didengar karena ayah terlalu sibuk bekerja, capek, atau memang karena anak yang kurang cocok dengan pendekatan cara ayah.
Berikut ada tips yang bisa dilakukan untuk membangun kedekatan dengan Si Kecil. Silakan disimak ya.
Semoga bermanfaat ya

Post a Comment